Setiap tanggal 22
Desember diperingati sebagai Hari Ibu, adakah peristiwa sejarah dan istimewa
yang terjadi pada tanggal tersebut. Mungkin pertanyaan seperti ini sempat
terbesit dalam fikiran kita tapi sampai saat ini belum mendapatkan jawaban yang
memuaskan.
Pada awalnya peringatan
hari ibu adalah untuk menganang semangat dan perjuangan para perempuan dalam
memperbaiki kualitas bangsa ini. Misi inilah yang tercermin menjadi semangat
kaum perempuan dari berbagai latar belakang untuk bersatu dan bekerja bersama. Pada
peringatan Hari Ibu tahun 1952 diususlkan untuk dibuat sebuah monument, dan
pada tahun berikutnya dibangunlah balai srikandi. Ketua kongres pertama Ibu Sukanto
melakukan peletakkan batu pertama pembangunan tersebut, dan pada tahun 1956
diresmikan Balai Srikandi oleh Menteri Maria Ulfah. Dan akhirnya pada tahun
1983 Presiden Soeharto meresmikan keseluruhan kompleks monument Balai Srikandi
menjadi Mandala Bhakti Widatatama di Jl. Laksda Adisucipto,Yogyakarta.
Kiprah kaum perempuan
sebelum kemerdekaan Indonesia adalah kongres perempuan ikut terlibat dalam
pergerakan internasional dan perjuangan kemerdekan itu sendiri. Kalau kita
melihat sejarah betapa heroiknya kaum perermpuan (kaum ibu) pada saat itu
dalam memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia,
apakah sepadan dengan peringatan Hari Ibu saat ini yang ditunjukkan dengan
peran perermpuan dalam ranah domestic.
Sebelumnya, perempuan
Indonesia memang sudah banyak memperjuangkan hak-haknya. Sebut saja R.A Kartini
dan Dewi Sartika, yang bahkan mendirikan sekolah khusus perermpuan untuk
kesetaraan hak di masyarakat. Namun pada tanggal 22 desember 1928 setelah
diadakan Kongres Perempuan Indonesia merupakan titik dimana perempuan Indonesia
masuk ke ranah perjuangan politik praktis. Masih pada zaman kolonial Belanda,
kongres perempuan menuntut mengubah kedudukan kaum perermpuan di dalam budaya
patriarki. Perempuan masih menjadi pihak yang ditindas dan dikekang oleh
berbagai struktur sosial pada masa itu.
Hari Ibu bukalah sekedar
hari untuk mengenang hari-hari bahagia bersama ibu kita. Bukan juga cuma diperuntukan
untuk para ibu rumah tangga atau mereka yang sudah mempunyai anak. “ ibu”
disini mempunyai arti yang sangat luas, sehingga Hari Ibu spesial untuk para
perempuan Indonesia. Hari Ibu Nasional
pun semakin dikokohkan melalui Dekrit Presiden Soekarno No. 316 tahun 1959.
Nah, ini merupakan tonggak sejarah perjuangan kaum perempuan untuk posisi yang
lebih adil dalam masyarakat. Jadi, teman teman, Hari Ibu bukan sekedar hari untuk
mengucapkan “terima kasih” kepada ibu kita. Hari Ibu merupakan suatu bentuk apresiasi
kepada para perempuan Indonesia yang sudah memperjuangkan hak-haknya sampai detik
ini.
Jangan pernah kamu
kecewakan kedua orang tua terutama ibu karna ibu adalah orang yang melahirkanmu,
mengasuhmu dan selalu ada disaat kamu sedih maupun senang. Jangan sesekali kau
sakiti hati ibumu. Ayah adan ibu adalah orang yang sangat berharga dalam
hidupmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar